Oleh : Nadia Rahmi
Aku tidak pernah menginginkan semuanya begini, walau yang terjadi hanya kebohongan dan kepalsuan yang kau berikan padaku. Dan sekarang kau tinggalkan aku, meninggalkan luka dan perih yang sangat mendalam di hatiku. Kau telah pergi meninggalkan aku, meninggalkanku untuk selamanya dan tak akan pernah mungkin kembali lagi. Tapi, apalah dayaku, semuanya sudah ditakdirkan oleh sang Maha Pencipta.
Aku tidak pernah menginginkan semuanya begini, walau yang terjadi hanya kebohongan dan kepalsuan yang kau berikan padaku. Dan sekarang kau tinggalkan aku, meninggalkan luka dan perih yang sangat mendalam di hatiku. Kau telah pergi meninggalkan aku, meninggalkanku untuk selamanya dan tak akan pernah mungkin kembali lagi. Tapi, apalah dayaku, semuanya sudah ditakdirkan oleh sang Maha Pencipta.
****
Ceritanya berawạl saat aku duduk di kelas IX SMP. Aku mempunyai seorang cowok yang bernama Rian, dia adalah cinta pertamaku. Aku mengenalnya melalui Facebook. Pada awalnya kami hanya berteman, malah kami jarang sekali menyapa, paling-paling kami chattingan ketika ada yang penting untuk kami bahas. Tapi seiring berjalannya waktu hubungan kami pun semakin akrab, malah bisa dibilang sangat akrab. Aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi, meskipun ada penghalang bagi kami, yaitu jarak antara kami berdua cukup jauh, aku tinggal di Aceh dan dia di Jakarta.








